Seberapa cerdaskah anda? Ini adalah kutipan alinea pertama dalam artikel di blog ini dengan judul yang sama. Silahkan membacanya terlebih dahulu bila anda belum pernah membacanya. Semua orang ingin menjadi lebih pintar. Tetapi bagaimana cara meningkatkan kemampuan mental kita? Pertanyaan ini tidak mudah dijawab.
Anda mungkin merasa normal-normal saja bila mendengar seseorang yang sudah berusia setengah baya mengeluh bahwa kepandaiannya menurun, bahwa otaknya sekarang “sudah karatan”. Atau mungkin anda heran karena anda yang dulunya jago main catur sekarang merasa kemampuan bercatur anda merosot setelah bertahun-tahun lamanya tidak berlatih. Tampaknya tidak mengherankan bila anda kemudian menuding bahwa otak anda kini sudah aus, menua, lamban, dan sebagainya.
Namun, otak yang merupakan organ paling menakjubkan dalam tubuh manusia ternyata adalah satu-satunya bagian tubuh manusia yang kinerjanya tidak bergantung pada usia. Otak tidak mungkin aus, “berkarat”, atau mengerut. Struktur otak tidaklah kaku, otak sangat dinamis, selalu berubah setiap saat, dan yang penting untuk diketahui, otak bukanlah mesin logika karena otak juga bermuatan emosi. Kalaupun otak terasa menurun, itu disebabkan oleh tidak dilatihnya otak dalam jangka waktu yang lama.
Bertitik tolak dari pemahaman bidang neurologi dan psikologi, Dr. Richard Restak mengemukakan 28 cara melatih otak agar kinerja otak tetap cemerlang, tidak mengalami atrofi alias penciutan sirkuit otak, tidak mudah lupa, dan semakin kreatif. Dalam bukunya “Smart and Smarter: Cara Melatih Otak Agar Kita Menjadi Lebih Pintar dan tetap Pintar”, 28 hal tersebut adalah: