Tampilkan postingan dengan label kisah islamiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah islamiah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juli 2012

Tertipu Laba-Laba

Kisah Islamiah Sore dengan kisah Nabi Muhammad SAW.
Pada saat kaum kafir Quraisy melakukan segala upaya untuk mengejar dan menemukan Rasulullah SAW, dengan iming-iming bagi siapa saja yang berhasil membunuh Nabi Muhammad SAW dalam hijrahnya ke kota Madinah.


Kisahnya.
Bukan hanya para petinggi kaum kafir Quraisy saja yang tertarik dengan hadiah yang menggiurkan, namun para warga pun juga ikut memburu keberadaan Rasulullah SAW.
Hadiahnya berupa 100 ekor unta bagi siapa saja yang berhasil menangkap Baginda Rasulullah SAW hidup atau mati.

Dengan berbekal aneka senjata tajam, mereka pun menyebar untuk mencari keberadaan Rasulullah SAW.
Para ahli pencari jejak pun ikut ambil bagian dalam melacak keberadaan Beliau SAW. Upaya itu pun menuai titik terang, mereka berhasil emnegndus jejak perjalanan Nabi SAW di Bukit Tsur.

"Pasti mereka ada di dalam gua di sekitar bukit ini," kata salah seorang dari mereka.

Tak jauh dari mereka, Abu Bakar ra dan Rasulullah SAW sebenarnya bisa mendengar percakapan mereka, bahkan bisa melihat mereka dari dalam gua. Mengetahui hal itu, Abu Bakar ra merasa khawatir sampai dirinya berkeringat.
Kemudian ia berkata kepada baginda Nabi SAW,
"Ya Rasulullah SAW, aku tidak takut mati, akan tetapi jika mereka menyakitimu, maka kaum muslimin akan kacau balau," kata Abu Bakar ra.

Subhanallah..
Meski keadaan sangat genting begitu,Baginda Nabi SAW dengan tenang dan penuh keyakinan menenangkan sahabat karibnya itu,
"Laa Tahzan, Allah Ma'ana."

Artinya: "Janganlah takut, Allah bersama kita."

Kegelisahan Abu Bakar ra.
Meski sudah ditenangkan oleh baginda Nabi SAW, namun Abu Bakar ra tak bisa menyembunyikan kegusarannya. Betapa tidak, Abu Bakar sadar betul bahwa apabila orang-orang kafir itu merunduk sedikit saja, pastilah mereka sudah bisa melihat keberadaan keduanya.

Rasululah SAW yang bijaksana itu bisa mengetahui kegelisahan sahabatnya.
Beliau SAW langsung berdoa kepada Allah SWT agar Abu Bakar menjadi tenang. Akhirnya Abu Bakar ra pun tenang dan memiliki keberanian yang berlipat ganda untuk terus mendampingi hijrah Rasulullah SAW.

Tertipu Sarang Laba-laba dan Burung Merpati.
Subhanallah...
Atas izin ALlah SWT, para pemburu itu tidak bisa melihat dan mendeteksi keberadaan Rasulullah di Gua Tsur.

Ternyata, beberapa saat sebelum orang-orang kafir Quraisy itu mendekati Gua Tsur, Allah SWT telah terlebih dahulu mengutus sepasang burung merpati utnuk membuat sarang di mulut gua itu. 
Bahkan tak hanya sampai di situ saja, atas izin Allah SWT, burung betina pun bertelur dan mengerami telurnya.

Tak hanya di situ saja, Allah SWT mengutus laba-laba kecil untuk hinggap di mulut gua dan membuat jaring yang sempurna menutupi mulut gua Tusr terebut. Dengan cerdiknya laba-laba itu mendesain sarangnya sehingga seperti sarang laba-laba yang sudah cukup lama dibuat.
Subhanallah...

Dengan adanya sarang burung dan jaring laba-laba itu, orang-orang kafir Wuraisy yakin benar kalau tidak ada orang yang masuk Gua Tsur itu. Kalau ada yang masuk, berarti orang tersebut akan merusak sarang laba-laba dan burung pun beterbangan.

Ternyata mereka tertipu oleh laba-laba yang kecil itu.
Subhanallah.. 

Ulama Menampar Wajah Setan

Kisah Islamiah sore dengan Kisah Jin bernama Setan.
Memang setan ini dikenal sebagai makhluk yang pantang menyerah dalam menjerumuskan manusia menuju kemaksiatan dan berpaling dari Allah SWT.

Akan tetapi tidak semua manusia bisa dibujuknya.
Buktinya adalah ketika setan mencoba membujuk ulama terkenal yang bernama Syeikh Abdul Qadir Jaelani, siasat setan tak berhasil sama sekali.
Malah setan tersebut ditampar oleh Sang Syeikh.


Berikut Kisahnya.
Pada suatu hari Syeikh Abdul Qadir didatangi setan yang menyamar sebagai manusia biasa. Sosok tubuhnya buruk menjijikkan, pakaiannya compang-camping dan bau badannya busuk.

Setan berkata,
"Saya datang jauh-jauh untuk menghadapmu semata dengan maksud menjadi pelayan Syeikh. Semoga saya dapat diterima."

Permintaan setan diacuhkan oleh Syeikh Abdul Qadir Al Jaelani yang kemudian menampar wajah setan tersebut. Setelah ditampar, seketika itu juga setan tersebut menghilang tanpa bekas.

Setan Membawa Obor Menyala.
Setelah ditampar, tak berapa lama kemudian setan muncul lagi sambil membawa obor yang menyala. Obor tersebut hendak digunakan untuk membakar Sang Syeikh. 

Begitu melihat kedatangan setan yang membawa obor yang menyala, Syeikh lalu mengambil sebilah pedang yang tergantung di tembok. Ketika pedang itu endak ditebaskan, setan langsung lari terbirit-birit.

Setan tak jera.
Seolah-olah taj jera, setan masih datang lagi tiada kapoknya.
Kali ini setan datang dengan berpura-pura menangis. Tapi ya karena yang digodanya adalah bukan orang yang sembarangan, setan kesulitan.

Setan tersebut menangis sambil meminta ampun kepada Sang Syeikh.
Setan berjanji tidak akan menggoda Syeikh lagi. Akan tetapi, diam-diam setan membawa peralatan untuk menggoda manusia.

"Saya datang untuk meminta maaf darimu wahai Syeikh," kata setan.
"Enyah engkau, berkali-kali kamu datang dan menggodaku dan aku tidak akan terperdaya dengan rayuanmu," bentak Syeikh.

Dengan cekatan Sang Syeikh merampas peralatan yang dibawa setan dan diredamnya.
Akibat dari kegagalan usahanya, setan itu akhirnya kabur dan tidak nongol lagi sambil berkata,
"Dengan ilmumu dan rahmat Allah, engkau selamay dari tipuan dan rayuanku, padahal aku telah menggoda dan menyesat sebanyak 70 orang yang sedang menuntut ilmu ketauhidan." 

Detik-Detik Wafatnya Nabi Adam as

Kisah Islamiah hadir sebagai pendamping saat berbuka puasa.
Kali ini dengan kisah Nabi Adam as.
Sebuah kisah mengenang detik-detik akhir wafatnya Nabi Adam asa.

Nabi Adam as sebelum meninggal dunia terlebih dahulu beliau menderita sakit.
Pada hari jumat sebelum beliau wafat, beliau memberikan wasiat kepada ahli warisnya,
Bagaimana kisahnya.

Nabi Adam as dan Siti Hawa

Kisahnya.
Sebagai pedoman dari kisah ini adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dan Ibnu Katsir, Al Qur'an, Ubay bin Ka'ab.
Setelah terbunuhnya putra Adam as yang bernama Habil, bukan main rasa sedih yang dialami oleh Nabi Adam as. Isak tangis pun terdengar bertahun-tahun mengiringi kepergiannya.

Pada akhirnya, Allah SWT memberikan pengganti, seorang anak yang bernama Syits.
Syits artinya adalah pemberian Allah SWT untuk menggantikan Habil.
Setelah Syits beranjak dewasa, Nabi Adam pun memberikan kepercayaan kepada Syits serta memberikan semua ilmunya kepadanya.
Bahkan ketika akan wafatpun Nabi Adam as memberikan wasiat kepada Syits untuk menggantikan dalam memimpin anak keturunannya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Usia 960 tahun.
Setelah hidup selama 960 tahun dan sudah pula memiliki banyak keturunan, tibalah saatnya Nabi Adam as untuk bertemu Allah SWT.

Ibnu Katsir berkata,
"Para ahli sejarah telah menceritakan bahwa Adam as tidak akan meninggal kecuali ia sudah meliaht keturunannya, dari anak, cucu, cicit terus ke bawah yang jumlah mencapai 400 ribu jiwa."

Dalam Al Qur'an, Allah SWT berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا 

Artinya:
"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya[1] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[2], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Penjelasan ayat:
[1] Maksud dari padanya menurut jumhur mufassirin ialah dari bagian tubuh (tulang rusuk) Adam a.s. berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim. di samping itu ada pula yang menafsirkan dari padanya ialah dari unsur yang serupa Yakni tanah yang dari padanya Adam a.s. diciptakan.

[2] Menurut kebiasaan orang Arab, apabila mereka menanyakan sesuatu atau memintanya kepada orang lain mereka mengucapkan nama Allah seperti :As aluka billah artinya saya bertanya atau meminta kepadamu dengan nama Allah.

Konon, 
Nabi Adam as jatuh sakit beberapa hari hingga pada hari Jumat datanglah malaikat untuk mencabut nyawanya sekalian bertakziah mengungkapkan bela sungkawa kepada pemegang wasiatnya yaitu Syits.

Nabi Adam as Dishalati Malaikat.
Ubay bin Ka'ab meriwayatkan.
Sesungguhnya ketika akan datang wafat, Nabi Adam as berkata kepada anak-anaknya,
"Wahai anak-anakku, sesungguhnya aku menginginkan buah dari surga."

Maka, pergilah anak-anak beliau untuk mencari buah dari surga.
Ketika dalam perjalanan, mereka bertemu dengan para malaikat yang membawa kain kafan, ramuan minyak wangi untuk mayat, kapak, cangkul dan keranda.

Para malikat itu berkata kepada anak-anak Adam as,
"Wahai anak-anak Nabi Adam as, apa yang kalian kehendaki dan apa yang kalian cari?"
"Bapak kami sedang sakit, ia menginkan buah dari surga," kata salah satu anak Adam as.
"Kembalilah kalian, sungguh saat ini telah datang keputusan kematian bagi bapakmu," kata malaikat.

Sesaat kemudian, malaikat sudah mendatangi nabi Adam as.
Ketika mereka tiba di rumah, Siti Hawa kaget sesaat sebelum akhirnya mengerti maksud kedatangan malaikat tersebut.
"Wahai Adam, minta tangguhlah kematianmu," kata Ibu Hawa.
"Pergilah engkau dariku, sungguh aku diciptakan sebelummu. Biarkan nyawaku dicabut oelh para malaikat Rabbku," kata Nabi Adam as.

Akhirnya,
Para malikat mencabut nyawa Nabi Adam as pada hari Jumat. Para malaikat memandikannya, mengkafani, mengoleskan ramuan minyak wangi serta menggali liang kubur untuk Adam as.
Selanjutnya mereka menyalatinya lalu memasukkannya ke liang kubur dan menempatkannya di liang lahat.

Para malaikat juga meratakan tanah kuburnya.
Lalu para malaikat berkata,
"Wahai anak Adam, inilah tuntunan bagi kalian pada orang mati di antara kalian."

Wassalam...
Selamat berbuka puasa. 

kerikil dapat bertasbih

Kisah Islamiah hadir kembali pada pagi hari ini, menghidangakn santapan sahur rohani kepada para pembaca yang budiman. Kali ini berkisah tentang benda mati yang mampu bertasbih di hadapan Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

Sungguh mukjizat tiada tara dan di luar nalar, namun inilah kenyataan.
Bagi orang lain, hal ini pastilah dianggap tidak masuk akal, namun bagi kita, Umat Islam, patilah percaya bahwa Rasulullah SAW sebenarnya memiliki banyak sekali mukjizat yang belum kita ketahui.

Salah satu diantaranya adalah kerikil yang ada pada telapak tangan beliau bertasih.
Orang yang mendengarnya pastilah seorang Nabi atau Rasul, kalau tidak, bagaimana mungkin dia bisa mendengar tasbihnya, kecuali atas izin Allah SWT.

Batu kerikil

Kisahnya.
Diriwayatkan oleh Abu Dzar.
Beliau berkata,
Sesungguhnya aku menyaksikan Rasulullah SAW dalam suatu tempat. Di tangannya ada batu kerikil, lalu batu kerikil tersebut bertasbih di telapak tangannya.

Saat itu, ada para sahabat beliau, Abu Bakar ra, Umar bin Khattab ra, Utsman bin Affan ra, serta Ali bin Abi Thalib ra.
Semua yang ada di tempat itu mendengarnya tasbihnya dengan jelas sekali.
Subhanalloh...


Kerikil Bertasbih.
Sesaat kemudian, kerikil tersebut diberikan kepada Abu Bakar ra, lalu batu tersebut pun bertasbih di tangannya. Dan semua yang hadir telah mendengar tasbihnya.

Kemudian diberikan kepada Rasulullah SAW kembali, kerikil tersebut bertasbih lagi di tangannya. Kemudian diberikan kepada Umar bin Khattab ra, lalu bertasbih di telapak tangannya dan semua yang ada di tempat itu mendengarnya.

Kemudian diberikan kepada Utsman bin Affan ra, lalu kerikil tersebut bertasbih lagi dan semua yang hadir mendengarnya.
Dan yang terakhir diberikan kepada Ali bin Abi Thalib, hasilnya sama saja bertasbih lagi.

Tidak bertasbih di tangan Orang Biasa.
Selanjutnya, kerikil tersebut diberikan kepada kami, akan tetapi kerikil tersebut tidak bertasbih ketika berada di tangan salah seorang dari kami.
Subhanalloh...

Itulah salah satu mukjizat lain yang diberikan kepada Rasulullah SAW.
(HR. Ath-Thabrani).